Berita

Mereka Butuh Pendidikan

Pendidikan adalah modal membangun peradaban – uwahendi

Mereka perlu pendidikan!

Situasi saat ini masih dalam kondisi pandemi, sejak awal bulan maret 2020 yang laku, situasi sekolah sudah berhentikan, berhenti secara kebiasaan sehari-hari, namun bukan berhenti secara total alias menyeluruh. Proses kegiatan belajar mengajar memang sudah tidak lagi dilaksanakan di setiap sekolah, kebijakan ini dianggap sebagai salah satu kebijakan yang paling efektif untuk menghindari penularan virus covid-19.

Simoang siur informasi terjadi, tidak banyak wilayah yang bilang bahwa penutupan sekolah adalah cara yang paling efektif, sebab dampaknya sangat menyeluruh, para siswa khususnya tingkat sekolah Dasar tidak bisa mengalami proses yang baik dalam ingatannya. Mereka bersekolah di rumah masing-masing, dan orang tua menjadi guru utama yang dituntut untuk mampu memberikan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Masalah serius

Wilayah saya salah satunya, ada masalah yang terjadi, sebab kementerian pendidikan dan kebudayaan mengeluarkan kebijakan untuk menutup atau memberhentikan aktivitas secara langsung disekolah. Dan mereka memilih untuk mengeluarkan kebijakan belajar secara daring (dalam jaringan) atau Online.

Masalahnya adalah keterbetasan terhadap jaringan dan fasilitas penunjangnya yang tidak memadai, sebut saja sekolah dasar yang ada di dekat rumah saya, mereka tidak melakukan kegiatan belajar secara tatap muka ataupun secara daring, sebab jaringan yang tidak stabil, bahkan seringkali hanya untuk membuka pesan WhatsApp pun sulit. Itulah keadaan yang sebenarnya.

Jika dilihat dari tinjauan kasus, di desa saya ini belum ada kasus covid, hanya mungkin bagian wilayah yang terdampak saja, dan masih termasuk dalam wilayah zona hijau, yakni zona yang masih aman dari penyebaran virus covid ini. Namun, kebijakan serupa dijadikan merata, sehingga meski zona hijau tetap saja aktivitas belajar mengajar berhenti.

Solusinya bagaimana?

Sampai saat ini, belum ada solusi yang dapat diambil, baik secara bertahap atau secara langsung. Dari pihak sekolah beralasan mereka tidak mau mengambil resiko apabila melanggar kebijakan dari pemerintah. Memang mereka ditugaskan untuk tunduk dan patuh terhadap kebijakan pemerintah. Namun, apakah pendidikan anak-anak yang sejatinya harus mendapatkan proses yang benar dan baik harus dikorbankan. Saya rasa tidak semestinya ini terjadi.

Problem tersebut harus menjadi pemikiran bersama, sebab jika tetap dibiarkan bagaimana nantinya generasi masa depan, mereka akan polos dan tidak siap menghadapi segala kemungkinan yang akan mereka hadapi.

Kita tidak akan mengetahui sampaikan wabah pandemi ini akan berlangsung, apakah di awal tahun 2021 ini akan hilang dan dapat diatasi, atau malah semakin menjadi-jadi? Entahlah. Dalam suasana ketidakpastian ini, kita sebagai masyarakat perlu mempertimbangkan solusi terbaik, sehingga berbagai problem bisa diatasi secara bijaksana.

Apapun risikonya perlu dihadapi secara kolektif. Saya berusaha mencari informasi bagaimana pendapat orang tua siswa, dalam hal menanggapi situasi yang terjadi. Mereka mengeluhkan dengan berhentinya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tetapi apakah kita hanya bisa mengeluh saja, tanpa melahirkan solusi-solusi untuk masalah tersebut?.

Saya rasa belum terlambat untuk membuat gerakan secara bersama. Perlu semua pihak terkait menyadari akan pentingnya dunia dan proses pendidikan bagi mereka khususnya yang masih ditingkatan Sekolah Dasar.

Pertama, kita harus segera lakukan adalah melakukan komunikasi dengan pihak RT dan aparatur pemerintah setempat, yang dikhawatirkan adalah terjadinya penyebaran virus secara langsung, terutama dari luar daerah, jika kita menggunakan orang-orang didaerah nampaknya beda lagi persoalannya, dan ini adalah solusi yang paling bijak.

Kedua, proses kegiatan belajar mengajar dilakukan disetiap wilayah RT masing-masing, dan didampingi oleh pihak sekolah, tidak perlu seperti disekolah pada umumnya, hanya saja setiap anak tetap mendapatkan pengalaman proses pembentukan karakter mereka sebagai generasi selanjutnya.

Ketiga, bahan ajar atau materi pembelajaran disesuaikan artinya dilakukan secara kontekstual sesuai dengan situasi dan kondisi, serta jenjang pendidikan setiap anak. Proses ini perlu dicermati sebab setiap anak hari ini hanya menjadi pemalas saja, mereka hanya tahu bermain dan bermain setiap hari, apalah jadinya jika hal ini terus menerus terjadi.

Maka, segeralah lakukan perubahan, sehingga setiap masalah yang ada bisa kita selesaikan secara bersama-sama. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh dengan pengawasan yang ketat saya rasa proses kegiatan belajar bisa dilaksanakan. Apalagi masih banyak tempat terbuka yang cukup bijaksana untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan setiap peserta didik.

 

 

Lanjutkan Membaca
Anda mungkin juga suka...
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Lebih banyak di Berita

    To Top